Ketua Komisi C menunjukan stiker buatan DPMPTSP Tulungagung untuk dipasang di toko modern berjaringan. (Foto: Amir Fatah)

Tulungagung – Kamis lalu, Komisi C DPRD Tulungagung menggelar hearing bersama Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), terkait jam buka-tutup Toko Modern Berjaringan.

Ketua Komisi C DPRD Tulungagung Asrori mengaku ada puluhan aduan dari masyarakat, terutama pemilik toko kelontong, yang mengeluhkan jam buka-tutup toko modern berjaringan yang tidak sesuai dengan Perda.

“Mereka mengadu ke kita (DPRD). Ada toko modern yang buka 24 jam. Ada juga yang buka mulai jam 5 pagi. Jelas ini merugikan pengusaha kelontong yang kalah secara persaingan bisnis,” ujar Asrori.

Padahal, dalam aturan Perda Nomor 1 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan, diatur soal jam buka-tutup toko modern berjaringan mulai jam 09.00 sampai 22.00.

Asrori meminta DPMPTSP segera melakukan penertiban toko modern berjaringan dengan memasang stiker jam operasional di depan toko.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Tulungagung Maryaji mengaku akan segera melakukan pemasangan stiker jam buka-tutup di seluruh toko modern berjaringan di Tulungagung dalam waktu 2 minggu kedepan.

“Kita hari ini juga (Kamis) langsung bergerak. Soal waktu pemasangan mungkin bisa sampai 2 minggu,” kata Maryaji.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*